Source – Pixabay.com

Semua orang mendambakan kehidupan yang layak, yaitu hidup aman, damai, dan makmur. Namun banyak diantara mereka yang mengabaikan kunci kehidupan yang berujung pada dambaannya tersebut. Ya, ada 3 kunci kehidupan yang diyakini bisa mengantarkan kita pada kehidupan yang layak tersebut.

Rumusannya adalah:

Jalani, Nikmati dan Syukuri

1. Jalani

Kita bisa saja menghindar dan mencari titik aman, namun yakinilah hidup tak akan terlepas dari yang namanya cobaan dan rintangan. Karenanya, seberat apapun godaan dan halangan seseorang tetap saja harus menjalani kehidupannya. Perjalanan hidup tentu saja akan memberi banyak pelajaran bagi kita, naik turun bagaikan arah mata angin dan mentari yang kadang pasti akan sesekali di selimuti oleh awan hitam menjadi hal biasa dalam kehidupan.

Sebagai manusia yang beragama kita tidak dibenarkan untuk melakukan bunuh diri walaupun sudah dihadapkan dengan masalah yang sangat amat rumit dan serius. Hidup tetap saja harus berjalan.

Source – Pixabay.com

2. Nikmati

Seiring dengan berjalannya waktu kehidupan kita terkadang seperti hidangan makanan. Ya, tak ubahnya seperti kehidupan dalam sebuah keluarga sederhana. Tentu saja sajian makanannya terkadang bisa mewah, kadang sederhana dan terkadang sealadarnya saja alias dengan menu yang biasa-biasa saja. Lantas apakah dengan itu kita memilih untuk tidak makan? tidak, tentu saja tidak! Kita harus tetap makan demi melanjutkan hidup, namun poin disini adalah kita harus menikmati sajian makanan tersebut, walau dengan menu yang biasa saja jika dinikmati pasti akan berjalan mulus dan baik-baik saja.

3. Syukuri

Poin terakhir inilah yang kerap menjadi masalah serius bagi manusia. Ya, sebagai manusia tentu saja tidak akan merasa cukup-cukupnya terus mencari dan mencari, sampai melupakan hakikat sesungguhnya untuk apa dia hidup.

Source – Pixabay.com

Padahal, jika saja syukur itu tidak sulit dia ungkapkan sungguh hidup ini akan sangat indah. Tidak ada satu detik pun yang harus terlewatkan bagi kita dengan kesombongan dan rasa ketidakpuasan atas pemberian Tuhan.

Untuk bersyukur tidak lah harus menjadi seorang yang kaya raya, bahkan untuk seorang yang tidak beruntung sekali pun syukur menjadi kewajiban. Ya, kita masih ada satu alasan lagi untuk bersyukur, yaitu masih di kasih kesempatan hidup. Kesempatan menghirup udara segar di pagi hari, kesempatan untuk menyaksikan riang gembiranya anak-anak bermain di sore hari, dan kesempatan berkumpul bersama menyeruput segelas kopi di malam hari. Sungguh, nikmat mana lagi yang harus kita dustakan?

Potingan yang sama juga dapat Anda jumpai di blog Steemit saya @ayuramona (affanhusaini).

16 votes, average: 5.00 out of 516 votes, average: 5.00 out of 516 votes, average: 5.00 out of 516 votes, average: 5.00 out of 516 votes, average: 5.00 out of 5 (16 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(2835 total tokens earned)
Loading...

Responses