Sources

Jangan panik dulu membaca judul postingan ini. Sebelum terlalu jauh, saya jelaskan dulu dasar-dasar yang membuat saya menulis dengan judul se-eye-catching- itu. Barangkali semua orang tahu jika julukan Aceh sebagai Serambi Mekkah ada karena kuat dan kentalnya agama di bumi Aceh. Saking kentalnya, Aceh disebut sebagai “pasangannya” Mekah Al Mukarramah.

Lantas apa pasal saya menyebut Aceh sebagai Serambi Cryptocurrency? Alasannya banyak. Meski kesemua alasan tersebut tak berdasarkan teori atau temuan penelitian seorang guru besar. Serambi Cryptocurrency muncul atas observasi saya sendiri terkait padatnya lalu lintas mata uang virtual di jagat maya Aceh.

Sampai saat ini saya sudah tergabung dengan nyaris puluhan grup Whatsapp yang khusus membahas Cryptocurrency. Ada yang lihai melihat pergerakan arah mata uang virtual. Ada yang betul-betul jago mencari dan mendapatkan mata uang virtual baru. Saya tentu saja hanya bertindak sebagai anggota grup paling adem ayem dan cuma bisa menyimak.

Lantas kenapa saya bersikap demikian? Sombong? Bukan. Bukan juga karena kalem, melainkan saya memang agak kurang paham tentang Cryptocurrency yang jenisnya bermacam ragam itu. Bagi saya, Cryptocurrency ya hanya Trybe, Karma, Steemit. hanya itu. Cukup bebal. padahal masih sangat banyak platform berbasis Cryptocurrency lainnya yang belum saya ketahui. Namun, sejak bergabung ke grup-grup Watsapp tersebut saya jadi kenal lebih banyak dengan mata uang virtual.

Sources

Setiap hari hp saya yang RAM nya tak seberapa itu ngedet, ngelek dan kadang-kadang padam sendiri karena banyaknya perbincangan di berbagai grup Whatsapp. Pembahasannya tak pernah bergeser. Semua tentang Cryptocurrency. Ada yang menemukan jenis baru. Ada yang baru siap mencairkannya menjadi rupiah. Ada prediksi yang bikin semangat. Juga ada ramalan yang bikin putus asa. Semua ada di grup itu.

Lebih dari itu, saya tangkap satu hal. Bahwa hampir sebagian besar masyarakat Aceh yang kenal media sosial sudah tahu tentang Cryptocurrency. Ini hebat. Selain memang menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh tidak tertinggal dari daerah lain dalam hal teknologi, paham Cryptocurrency berarti juga paham sumber rezeki yang mengalir deras dari dunia maya.

Jujur saja, dulu, saat teman-teman sudah meraup uang dari channel youtubenya, saya masih ragu dan tak percaya kalau ada uang yang berasal dari dunia maya karena belum pernah mengalami sendiri. Namun, setelah Steemit hadir barulah saya percaya bahwa dunia maya memang bisa mendatangkan uang.

Selama bermain platform berbasis Cryptocurrency, saya sudah berhasil membeli beberapa barang yang sangat membantu rutinitas saya sebagai seorang yang doyan nulis. Laptop baru satu unit, dan satu handphone android meski bermerek Cina. Tapi itu tetap menjadi bukti sahih bahwa dunia maya itu menghasilkan. Titik.

Sources

Selain itu, sebagai masyarakat Aceh saya sangat bangga dengan teman-teman yang paham betul menggunakan dan mengolah Cryptocurrency. Bahkan tak sedikit muda-mudi Aceh yang sudah membangun relasi dengan orang-orang hebat dari berbagai negara via media sosial yang terhubung dengan Cryptocurrency.

Anak-anak muda Aceh sepertinya menguasai betul dengan mata uang virtual tersebut. Suatu hari saya dibuat tercengang oleh sebuah postingan di salah platform berbasis Cryptocurrency yang mengupas tuntas tentang pergerakan salah satu mata uang virtual. Ia menjelaskan tentang mata uang tersebut sangat sangat terperinci.

Awalnya saya menduga ia hanya menerjemahkan tulisan orang. Tapi setelah menelusuri ternyata itu memang tulisannya. Ia sudah terbiasa menulis sedemikian rinci terkait Cryptocurrency. Setelah membaca postingan itu saya benar-benar tersadar bahwa pemuda Aceh punya kepintaran yang patut dibanggakan.

Saya tak bermaksud etnosentrisme. Tetapi memang itulah kenyataannya dan hasil analisis saya. Saya kira kedepannya akan banyak muncul ahli Cryptocurrency dari Aceh. Karena sampai sejauh ini, banyak potensi dari anak-anak muda Aceh yang sedang meniti karir menjadi pakar Cryptocurrency. Jika itu terjadi, maka tak lebay menyebut Aceh sebagai Serambi Cryptocurrency tanpa mencederai lakap Serambi Mekah. Siapa tahu, kan?

Best regards,

@samymubarraq


Your Remaining Votes (within 24hrs) : 10 of 10
21 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 5 (21 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(3487 total tokens earned)
Loading...

Responses

  1. Luthfi Nanda Perdana

    Berbicara cryptocurrency memang tidak ada habisnya, setiap hari lahir cryptocurrency baru berniat mengalahkan bitcoin. Ada yang berhasil dan tidak sesikit pula yang gagal alias scam.

    Manarik that postingan droneuh aduen. Di kemas dalam bahasa yang enak dibaca juga. Sukses trus aduen.

    (0)