Hai semuanya, kembali lagi dengan postingan terbaru dari saya. Kali ini kami kembali pada beberapa umpan puisi cinta. Mengapa saya angkat tema cinta?, Karena cinta adalah perintah terbaik setelah doa, begitulah kata beberapa para pujangga. Baiklah, Selamat menikmati…!

 

Aku tidak bisa sepuitis pujangga yang menceritakan cinta dan rindu dalam indahnya kata…

Mengumpamakan dengan ombak dan hujan, sunyi dan sepi, bahkan melukis rindu antara angin dan rembulan, aku tidak seromantis itu…

Kamu tau?

Aku hanya rindu, rindu yang sangat-sangat. Aku bukan perindu yang hebat yang mampu merindukanmu setiap saat…

Aku hanya sekali merindukanmu…

Sekali dalam setiap hari…

Sekali dalam setiap jam…

Sekali dalam setiap menit…

Sekali dalam setiap detik…

Dan sekali, dalam setiap hembusan nafasku…

Aku bukan lagi “aku”

Kini, aku adalah “rindu-rindu”

Untukmu, aku minta maaf…

Bukan aku tak cinta, bukan juga mau mau, tapi hati ini kita sudah mengaku…

Kamu tau?

Sebelum dia berada di sini…

Aku pernah sendiri…

Berhari-hari aku menunggu seseorang yang bisa kumengerti…

Aku sendiri…

Aku sepi…

Lihat aku manusia paling sunyi di bumi…

Lalu, aku bertanya, Saat itu kamu dimana?

Iya, dimana?

Kau sedang bahagia?

Sekarang maaf…

Disini, tidak ada ruang untuk sebuah hati…

Kamu terlambat!

Sekarang aku mulai suka pada hal-hal bodoh, pada hal-hal gila tapi pasti, pada kata-kata yang pahit tapi jujur, karena kata-kata manis mulai membuatku diabetes…

Aku mulai khawatir pada janji-janji, janji tidak lagi menjadi sebuah alat untuk menjamin kepercayaan, wajah baru dari sebuah kebohongan yang tersusun indah dan rapi…

Aku tidak akan pernah memenuhi untukmu, aku juga tidak berharap kau bersedia untukku…

Karena terlalu banyak sudah jiwa yang menjadi korban dari harapan…

Jika memang cinta, aku percaya kau tau cara melawan rasa…

Kamu tau kenapa di negeri kita harus ada kuetansi dan materai?

Karena di negeri ini janji tidak bisa di pegang…!

Terimakasih untuk sahabat trybe semua yang sudah mengunjungi blog saya, semoga trybe menjadi tempat kita berbagi dan menjalin persahabatan. Puisi ini pernah saya posting di akun steemit saya @moexyn19, dengan lebih sedikit.

Salam, @m-dua.

10 votes, average: 5.00 out of 510 votes, average: 5.00 out of 510 votes, average: 5.00 out of 510 votes, average: 5.00 out of 510 votes, average: 5.00 out of 5 (10 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(1228 total tokens earned)
Loading...

Responses