poetry

Salam Perdamaian.

Sahabat Trybe yang saya hormati, banyak yang mengatakan bahwasanya cinta dapat meruntuhkan dunia, cinta dapat membutakan mata bahkan cinta membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Begitu banyak definisi arti dari sebuah kata cinta, namun cinta itu begitu indah jika anda tau bagaimana menerima cinta tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku didalam agama.

Berbicara tentang cinta mungkin tidak akan ada habisnya, pada postingan ini saya mencoba menulis sebuah puisi tentang cinta yang pada dasarnya dengan cinta tersebut hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

Aurat Yang Tak Terlupakan.

Cinta kita hanya sekejap, datang dan berlalu begitu saja.

Dengan menghitung hari semua menjadi sirna seketika.

Cinta yang engkau ucapkan dengan kata – kata sumpah hanya menjadi kebohongan belaka.

Dalam seketika engkau berpaling memilih yang lebih kaya.

Dengan penuh keyakinan cinta.

Aku bukakan auratku untukmu cinta.

Dengan penuh keyakinan cinta.

Kuberikan seluruh auratku yang tertutup hanya untukmu cinta.

Aku melihat seluruh tubuhmu yang begitu indah.

Aku lihat semua kepolosan tubuh itu.

Lekuk alur kulit tampak licin seakan berminyak.

Lapis bibir memerah dengan jeruji gigi putih didalamnya.

Uraian panjang rambut hitam membelah disela-sela dada.

Imajinasiku mulai liar menuju satu arah.

Pandanganku menjalar dari langit ke bawah tanah.

Indahnya tubuhmu membuat aku terpesona.

Harum aroma auratmu membuat aku tergila – gila dalam seketika.

Desahan nafasmu yang terus terpacu membuat aku semakin bergairah tanpa logika.

Dalam seketika kita berlumuran dosa.

Entah setan apa yang ada didalam jiwa.

Dalam seketika berlumuran dosa.

Entah apa yang kita lakukan.

Dalam seketika aurat kita berdua terbuka.

Amal ibadah kini berlumuran dosa.

Amal ibadah kini menjadi sia – sia.

Nafsu birahi menjadi petaka.

Sepasang manusia menjalin cinta.

Aurat yang tak terlupakan.

Menjadi kenangan dalam kehidupan.

Aurat yang tak terlupakan.

Memberikan sejuta rasa penuh kenikmatan.

Cinta kita hanya sekejap, datang dan berlalu begitu saja.

Dengan menghitung hari semua menjadi sirna seketika.

Cinta yang engkau ucapkan dengan kata – kata sumpah, hanya menjadi kebohongan belaka.

Dalam seketika engkau berpaling memilih yang lebih kaya.

Aurat yang tak terlupakan.

Kini tinggal kenangan dalam kehidupan.

Dosa yang tidak terduga kini menjadi satu kenangan.

Sepasang manusia yang berdosa, tak berdaya merintih kesakitan.

Puisi ini memiliki kesimpulan mendalam, goresan tinta yang memiliki arti luas. Mudah – mudahan hadirnya puisi ini dapat menghindarkan kita dari perbuatan zina.

Sekian dan terimakasih.

6 votes, average: 5.00 out of 56 votes, average: 5.00 out of 56 votes, average: 5.00 out of 56 votes, average: 5.00 out of 56 votes, average: 5.00 out of 5 (6 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(465 total tokens earned)
Loading...

Responses