Hai teman Trybe semua !! Aku @bustami, Semoga anda dapat melakukan yang terbaik untuk hari ini! Terakhir kali saya berbagi pengalaman perjalanan saya di dalam artikel berjudul “Mencari Jejak Makam Pahlawan Aceh”. Anda dapat merasakan bagaimana perjalanan saya yang melelahkan itu! Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya di Pulau Sabang, Provinsi Aceh.

Perjalanan menuju pulau Sabang harus dilewati perairan laut dengan memakan waktu 45 menit hingga sampai dilokasi yaitu pelabuhan sabang.

Saya berangkat bersama sahabat saya @abunagaya dan kawan yang lain dari Aceh Utara sekitar pukul 14:00 Waktu Indonesia Barat dan kami tiba di Banda Aceh sekitar pukul 17:00 Waktu Indonesia Barat.

Setelah istirahat sejenak di salah satu warung kopi kami menuju pelabuhan Ulee Lhee, pelabuhan tersebut satu-satunya pelabuhan tempat berlabuh orang yang lalu lelang antara sabang dan banda Aceh.

Sekitar pukul 18:00 Waktu Indonesia Barat, kami tiba di pelabuhan tersebut, kami memesan tiket dan menuju kapal untuk mencari tempat duduk yang mantap.

namun kami lebih memilih berada di luar karena bisa menikmati pemandangan laut yang begitu indah dan matahari tenggelam, sekitar pukul 17:20 Waktu Indonesia Barat kami tiba di Pelabuhan Sabang, disana kami mencari mobil rental untuk beroperasi dua hari di pulau tersebut,

Tidak lama kemudian satu unit mobil jenis Starlet muncul di depan kami, dan tidak tunggu lama kami langung melakukan negosiasi dan membayar lunas untuk perjalanan dua hari itu.

Setelah itu kemi mulai beranjak ke Pulau Iboh, yang merupakan satu-satunya pulau yang bisa kita nikmati untuk berbagai keperluan, misalnya menyelam, dan sebagainya.

kami memilih nginap disana, sambil menyantap ikan bakar, setelah pagi tiba kami menyelam dan melihat terumbu karang yang ada di pulau itu, setelah itu sorenya kami meranjak ke tugu nol kilo meter yang berada di puncak gunung pulau Sabang.

Dalam dua hari itu berbagai jenis tumbuhan dan binatang kami lihat, bahkan kami berusaha menuju salah satu air terjun yang berada di pulau sabang, namun apa daya waktu tidak mendukung dan kami tidak sampai tujuan.

setelah itu kami beranjak pulang dan malamnya tiba di kota Banda Aceh.

Itulah kisah perjalanan saya, salam @bustami

9 votes, average: 5.00 out of 59 votes, average: 5.00 out of 59 votes, average: 5.00 out of 59 votes, average: 5.00 out of 59 votes, average: 5.00 out of 5 (9 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(1656 total tokens earned)
Loading...

Responses