poetry

Selamat Malam Sahabat Trybe.

Pada kesempatan ini saya mencoba menulis sebuah puisi yang tak lain sebuah puisi tentang cinta, puisi yang mengangkat pesan moral tentang begitu besarnya arti cinta suci dalam kehidupan manusia. Cinta adalah sebuah kata yang bisa membangkitkan semangat hidup manusia, namun tidak jarang manusia akan mengalami nasib tragis dengan kisah cinta tersebut.

Semoga puisi patah hati dan sakit hati ini dapat mengobati rasa sakit yang diderita oleh sahabat yang sedang mengalami patah hati dan sakit hati, bersabarlah dan jangan terlalu terbawa suasana, bagaimanapun juga hidup kita lebih berharga dan jangan berhenti hanya karena patah hati, terus semangat ya karena anda pun berhak untuk bahagia. Berikut puisi yang saya terbitkan malam ini.

Engkau Yang Tak Kunjung Pasti.

Bila ada hasrat menerpa di dinding hati. Bila ada keluh perih bersenandung di ujung asa, rebahkan disini. Bila ada nada simphony berdawai alunan gitar melati. Ukir diujung pena ikuti kata hati.

Kerinduan menyiksa batin. Merangkai sepotong kalimat cinta didalam hati. Merasuk kejiwa menelusuri hati sanubari. Mengenang kamu yang tak kunjung pasti.

Aku menanti, menanti akan datangnya kamu didalam hati. Aku tergelincir, didua samudera yang mengering. Aku menyesali, menyesali kamu yang telah pergi. Namun kata hati selalu merindukanmu yang tak kunjung pasti.

Engkau yang tak kunjung pasti. Kini mengoyak luka didalam hati. Engkau yang tak kunjung pasti kini menggores luka didalam hati.

Penantian itu telah pergi, karena dustamu tiada henti. Sebait puisi malam ini menggoreskan luka didalam hati. Akankah cinta itu kembali bersemi. Menghampiri cinta yang tulus atas dasar sanubari hati.

Engkau yang tak kunjung pasti. Kini telah berbahagia bersama dia yang kau ingini. Engkau yang tak kunjung pasti. Kini telah memilihnya sebagai aku sang pengganti.

Engkau yang tak kunjung pasti. Telah meruntuhkan satu impian didalam hati. Engkau yang tak kunjung pasti. Menghadirkan cerita drama singkat yang telah meruntuhkan cinta suci.

Dan kini, Aku terjebak dalam perangkapmu.

Terikat erat dalam jeratmu. Aku sakit, Olehmu bukan olehku.

Hingga pada akhirnya, Cinta yang kutanam di hati. Akarnya terlalu dalam untuk kugali.

Dan aku tak kuasa untuk mencabutnya.

Hingga hari ini. Tepat hari ini. Ku terlempar dari taman cintamu. Terkapar ku ke jurang benciku.

Demikian sebuah puisi yang mungkin malam ini bisa menemani istirahat malam anda, semoga puisi tersebut mampu memberikan motivasi tinggi untuk anda yang sedang patah hati. Mohon maaf apabila dalam penulisan ini ada kata – kata yang salah atau berkenan di hati anda. Puisi ini saya hadirkan tidak lain hanyalah untuk mengenang kisah sedih yang pernah terjadi. Salam Perdamaian.

3 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 5 (3 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(277 total tokens earned)
Loading...

Responses