Source – Pixabay.com

Apa yang terbayang saat Anda mendengar kata petarung? Apakah seorang petinju, seorang tentara yang sedang berada di medan perang atau seorang nelayan yang sedang melawan arus sendirian ditengah laut. Apapun jawaban Anda, petarung adalah langkah seseorang melakukan upaya pergerakan dan perlawanan demi meraih sebuah kemenangan.

Ya, Anda tidak harus menjadi seorang tentara untuk menjadi seorang fighter sejati, cukuplah menjadi diri sendiri. Namun, bagaimana supaya Anda bisa tergolong sebagai petarung? Dalam hal ini, tentu sangat banyak pilihan yang bisa Anda lakukan, perlunya memahami dan mengakui kelemahan diri sendiri adalah kunci awal untuk Anda memulai diri sebagai petarung.

Source – Pixabay.com

Kenapa perlunya mengakui kelemahan diri sendiri? Karena, hal inilah yang kerap sekali menjadi bom bunuh diri untuk Anda meraih kemenangan. Dengan sikap Anda yang bersikeras dan tidak mau mengalah maka berbagai masukan untuk Anda akan gagal Anda terima dengan baik.

Kita tahu, seorang prajurit punya pemimpin yang dikenal dengan Jendral. Karenanya seorang prajurit yang baik dan taat intruksi akan cepat naik pangkat disamping prestasi lain yang diraihnya. Akan berbeda dengan seorang prajurit yang kerap membangkang dan tidak mengindahkan perintah atasan. Tentu saja, prajurit tersebut akan mengalami hambatan bahkan sebuah hukuman pun kadang sering menunggunya.

Disisi lain, cobalah kita melihat dunia sepakbola, tidak ada sebuah tim sepakbola dari negara manapun yang tidak menggunakan jasa pelatih (coach). Hal ini karena para pemain adalah sebagai petarung sebuah kompetisi dan pelatih sangat berperan aktif untuk mendorong lahirnya kekuatan yang ada dalam diri para pemainnya. Tak jarang kita melihat sebuah tim meraih kesuksesan berkat peran seorang pelatih.

Lalu, langkah apa yang bisa kita jalankan dari dua gambaran diatas? Untuk menjadi petarung kita harus memahami kelemahan dan kekuatan yang ada dalam diri kita, ada baiknya juga kita menerima berbagai masukan dari orang lain yang terlebih dahulu sudah menjadi seorang profesional fighter. Langkah selanjutnya adalah menjadi pelatih untuk diri sendiri. Karena sebelumnya kita sudah memahami kelemahan diri sendiri, maka memberikan perintah kepada diri sendiri penting dilakukan disaat terjadi kebuntuan. Karenanya Anda harus menjadi seorang prajurit atau pemain sepakbola yang tentunya mau menerima intruksi.

Source – Pixabay.com

Jika hal ini berhasil Anda lakukan, potensi Anda untuk menjadi seorang petarung handal akan sangat terbuka lebar. Bukankah kita percaya, seorang guru yang baik akan bisa membawa prestasi yang baik pula kepada peserta didiknya. Atau, kita juga mengakui seorang kepala desa yang baik akan memberikan efek perubahan yang baik pula kepada desa yang dipimpinnya. Sudah sepatutnya kita juga harus percaya, kalau terus mengintruksikan diri sendiri dengan baik maka kita akan menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi ke depannya. Sehingga, seiring berjalanannya waktu kita akan bisa menjadi seorang petarung yang baik untuk diri sendiri.

Posting yang sama juga dapat Anda jumpai di blog Steemit saya @ayuramona (affanhusaini).

13 votes, average: 5.00 out of 513 votes, average: 5.00 out of 513 votes, average: 5.00 out of 513 votes, average: 5.00 out of 513 votes, average: 5.00 out of 5 (13 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(2069 total tokens earned)
Loading...

Responses