Selama malam sahabat trybe semuanya. Malam ini saya ingin melanjut cerita saya tentang perjalan saya menjadi santri di pesantren ruhul islam.

Tanpa terasa air mata itu terjatuh menetes membasahi mukenah yang kini menutup wajah dan tubuhnya, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. Di luar terdengar suara bunda memanggilnya, sinta segera menyeka air matanya dan buru buru keluar.
” Sin, barang barang mu sudah dibereskan semua ? “tanya ibu.
Sudah siap bun.” jawabnya pendek.
Setelah siap membereskan semua perlengkapan perlengkapan dan baju bajunya, sinta segera mengambil handuk dan berlari kesumur. Seusai mandi, sinta langsung menggantikan pakainnya untuk segera berangkat. Barang barang yang akan di bawakan sudah di letakkan di depan pintu. Se jam kemudian, sinta keluar dengan pakainya baju muslimah yang membuatnya semakin manis dengan gamis maroon yang dipadukan jilbab hitam, dengan kulitnya yang tidak terlalu putih semakin membuatnya manis.

    Sinta hanya menatap bunda yang sedang menaruh nasi ke tempat nasi , untuk bekal sinta makan malam nanti. Tapi tatapan itu seolah olah mengisyaratkan bahwa sebenarnya berat baginya menjalani hari harinya di penjara suci, namun apalah daya nya , sinta tak ingin mengecewakan orang tuanya, meski hatinya tidak sanggup melakukan nya.

   Seusai berpamitan dengan keluarganya, sinta bergegas untuk memulai langkah  kan kakinya menuju mah’ad  yang akan ia jadikan tempat  berteduh salama masa pendidikan nya. Sinta berjalan kaki menuju mah’adnya, tidak di antar oleh ayah atau bundanya. ia hanya seorang diri menyusuri jalan pintas agar ia segera sampai di sana.

   Tak perlu menempuh waktu yang lama untuk sampai di pesantren nya. setiba nya di depan pintu gerbang pesantren, sejuta rasa  tersirat di hatinya, bagaimana ia harus menjalani hari nya disini. sinta tidak menghiraukan pendekatan hati dan pikiran nya, ia terus berjalan menyusuri area komplek asrama putra terlebih dahulu.

    Sinta yang sudah sampai di komplekn putri, merasa sedikit canggung ketika ia lihat santri santri lain nya di antara orang tuanya masing masing, di tata rapi lemari anak nya sebelum kembali pulang. Sedang kan ia hanya seorang diri membereskan semuanya.
Final.

sampai disinilah cerita saya di penjara suci atau pesantre. Terima kasih buat kawan semuanya yang telah membaca artikel part ll saya. Salam @muhammadsabil


Your Remaining Votes (within 24hrs) : 10 of 10
23 votes, average: 4.96 out of 523 votes, average: 4.96 out of 523 votes, average: 4.96 out of 523 votes, average: 4.96 out of 523 votes, average: 4.96 out of 5 (23 votes, average: 4.96 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(4194 total tokens earned)
Loading...

Responses