Source – Pixabay.com

Menggambar adalah salah satu pekerjaan seni, semua orang bisa menggambar. Namun, pelukis hebat adalah mereka yang mampu mengalirkan objek pandangan atau imajinasinya ke dalam sebuah gambar. Hal ini lah yang belum tentu bisa di lakukan oleh semua orang.

Akan tetapi, baik seorang pelukis amatir maupun profesional ternyata mempunyai kesulitan yang sama dalam hal menggambar. Ya, keduanya akan sangat sulit menggambar bila tanpa adanya alat penghapus. Bisa di bayangkan bukan, bila sebuah gambar tanpa ada suatu proses editan atau dalam hal ini bisa dikatakan sebuah gambar tanpa mengalami sedikit perubahan pasti akan terlihat berantakan. Mungkin saja sebuah hasil lukisan akan mulus dan sempurna, akan tetapi itu hanya bisa di lakukan oleh tangan-tangan beberapa manusia saja.

Begitulah kehidupan, semua kita adalah pelukis dan kesamaan kita itu terletak pada tanpa adanya alat bantu penghapus juga. Itu artinya, sadar atau tidak, keseharian dari apa yang telah kita lakukan di hari-hari kita dalam dunia ini adalah lukisan kita tanpa bisa kita menghapus bahkan itu untuk satu garis atau titik saja.

Siapa yang mampu mengulang hari kemarin yang telah kita lewati? Tidak akan ada seorang manusia pun yang bisa untuk mengulanginya lagi. Bahkan, beberapa jam, menit dan detik yang telah berlalu kita tidak kuasa untuk mengulangnya lagi.

Nah, disini jelas sekali kehidupan kita bagaikan selembar kertas kosong yang di situ akan di isi oleh coretan dan lukisan-lukisan dari sang insan ciptaan Tuhan. Namun hanya saja kita melukis tanpa adanya bantuan alat penghapus. Sungguh sebuah hal yang sulit, bahkan sangat sulit.

Source – Pixabay.com

Lalu menjadi tanda tanya, bagaimana cara melukis atau menggambar tanpa alat penghapus? Kita tidak harus menjadi seorang pelukis handal untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena jawabannya sangat sederhana.

Melukis tanpa alat penghapus tentu saja membutuhkan kehati-hatian dan kesabaran yang sangat amat tinggi. Hal ini adalah wajib kita lakukan demi menjaga hasil lukisan kita tidak berantakan dan terlihat menarik. Kita belum lagi bicara keberhasilan sebuah lukisan kita yang mampu menarik banyak orang. Untuk mampu menyelesaikan sebuah lukisan saja sudah cukup dengan metode sabar dan hati-hati.

Begitulah kehidupan yang seharusnya juga menuntut kehati-hatian dan kesabaran. Karena bila tidak, kita akan terjerumus ke dalam lembah hitam bisikan syaitan. Sama halnya melukis yang terlanjur menarik suatu garis dari ketetapan yang kita inginkan. Bisa saja kita menghapusnya, namun sekali lagi kasus kita adalah melukis tanpa alat penghapus.

Source – Pixabay.com

Beruntung Tuhan masih berbaik hati dengan membuka pintu taubatnya, dan inilah satu-satunya alat penghapus bagi kita semua. Ya, menghapus segala noda-noda hitam yang telah kita teteskan ke dalam selembar kertas putih. Bersegeralah! Selagi lembaran kertas masih tersedia untuk kita.

Post yang sama juga dapat Anda jumpai di blog Steemit saya @ayuramona (affanhusaini)

15 votes, average: 5.00 out of 515 votes, average: 5.00 out of 515 votes, average: 5.00 out of 515 votes, average: 5.00 out of 515 votes, average: 5.00 out of 5 (15 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(2047 total tokens earned)
Loading...

Responses