Masa lalu yang mengganggu masa sekarang adalah sebuah pemikiran yang membuat hidup Anda saat ini menjadi kurang produktif, baik di lakukan secara sadar maupun tidak sadar. Masa lalu yang mengganggu masa sekarang adalah serangkaian peristiwa di masa silam yang membentuk kepribadian, mindset, dan perilaku Anda saat ini namun menghalangi Anda untuk meraih kesuksesan dan hidup lebih baik. Apakah Anda memiliki masa lalu yang mengganggu masa sekarang?

Untuk lebih memahami tentang masa lalu yang mengganggu masa sekarang, saya akan menceritakan sebuah kisah nyata yang pernah saya baca pada sebuah buku. Sebut saja namanya Bu Ani, beliau adalah seorang perempuan karier yang masih berusia sekitar 30-an tahun. Di tengah kariernya yang gemilang dalam bidang pendidikan, sering merasa ragu dan cemas dalam mengambil keputusan.

Bagi orang yang baru mengenalnya, atau yang mengenalnya dalam konteks sebagai rekan professional, mungkin akan mengaganggap Bu Ani sebagai orang yang mengagumkan dan inspiratif. Akan tetapi, siapa sangka di balik sikap professionalnya, ternyata Bu Ani sering merasa kegalauan yang mendalam. Kegalauan itu sering bercampur dengan ketakutan dan kekhawatiran. Bu Ani mengaku sudah mulai merasakan kegalauan semacam itu dari sejak kecil.

Sumber : www.pixabay.com

Menurut cerita lamanya, kedua orang tua Bu Ani hidup dalam kondisi yang pas-pasan sewaktu ia masih berada di dalam kandungan. Kondisi tersebut membuat keluarga Bu Ani harus tinggal di rumah neneknya. Jadi, mama, papa, dan kakaknya Bu Ani yang waktu itu masih berusia tiga tahun pun tinggal di rumah sang nenek. Selain keluarga Bu Ani, kedua keluarga paman Bu Ani juga tinggal di rumah yang sama. Jadi, total ada empat keluarga yang tinggal di dalam satu rumah. Ketika itu, orang tua Bu Ani adalah yang paling miskin. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan hidup, keluarganya masih harus di bantu oleh neneknya.

Empat bulan setelah Bu Ani di lahirkan, mama dan papanya memberanikan diri untuk membeli rumah secara kredit. Dengan penghasilan pas-pasan, papanya harus membayar cicilan rumah dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, juga kebutuhan untuk kesehatan serta pendidikan Bu Ani dan juga kakaknya.

Dalam kondisi ini, Bu Ani sering di ingatkan oleh orang tuanya agar selalu berhati-hati dalam menggunakan barang-barang. Sebab, jika terjadi kerusakan pada suatu barang, maka di pastikan tidak akan ada biaya untuk menggantikannya. Tidak mengherankan, sejak masih kanak-kanak, Bu Ani tumbuh menjadi anak yang sangat berhati-hati sekali. Bu Ani sangat takut apabila sampai membuat suatu barang rusak, sebab hal itu akan membuat kedua orang tuanya merasa sedih. Kehati-hatiannya ini juga berlaku saat ia bermain bersama teman-teman, atau bermain dirumah kerabatnya.

Sumber : www.pixabay.com

Sikap masa lalu Bu Ani tersebut kemudian terbawa hingga ia dewasa. Ketika Bu Ani menjalani pendidikan hingga mencapai gelar Master, sikap kehati-hatiannya yang terpupuk sejak kecil terus bersemayam di dalam pikirannya, dan sering kali membuatnya terganggu. Bu Ani jadi sulit menikmati karier atau menikmati profesinya yang seharusnya menyenangkan. Apalagi kariernya itu sudah sesuai dengan minat (passion) dirinya.

Hal yang paling membebani Bu Ani adalah manakala harus memutuskan sesuatu. Ia selalu di buru rasa cemas setiap kali di minta untuk membuat keputusan. Beruntung dalam pekerjaannya, Bu Ani memiliki tim yang membantu dalam mempertimbangkan suatu pengambilan keputusan. Untungnya lagi, Bu Ani memiliki suami yang bisa mendukungnya untuk selalu membiasakan sikap percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam pandangan saya, masa lalu Bu Ani menjadi masa lalu yang mengganggu masa sekarang yaitu masa yang sedang di jalaninya saat ini. Masa lalu seperti ini, jika Anda memilikinya, secepatnya harus di ikhlaskan dan di maafkan. Anda harus memutuskan hubungan emosi yang terbawa dari masa lalu ke masa sekarang. Anda harus menganggap masa lalu adalah masa lalu, dan segera memutuskan bahwa Anda berhak untuk hidup lebih baik di masa sekarang dan seterusnya.

3 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 53 votes, average: 5.00 out of 5 (3 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(600 total tokens earned)
Loading...

Responses