Sejarah mengatakan pulau Weh merupakan suatu daratan yang dulunya terhbung langsung dengan kota madia Banda Aceh. Dimarenakan yang menghubungkan daratan ini adalah satu gunung berapi atau gunung aktiv, kemudia gunung ini meletus dan daratan hilang tenggelam hingga memisahkan dua daratan yang terhubung langsung. Peristiwa ini terjadi pada zaman batu, dimana manusia sudah mengenali batu dan menjadikan batu sebagai alat memotong.

Semua yang terjadi dulu membuat perbedaan yang sangat indah untuk sekarang ini. Pulau sabang yang dulu di pisahkan oleh peristiwa melutus gunung berapi sekarang sudah menjadi pulau wisata yang sangat indah dan banyak dikunjungi oleh masyarakat dalam negri dan masyarakat asing. Pulau ini di indahkan oleh pemandangan laut dan pegunungan yang hijau. Banyak terumbu Karang yang indah di seluruh laut pulau sabang.

Ketika anda menyebrang dari pelabuhan Ule Lheu menuju pelabuhan Balohan banyak kawanan ikan lumba-lumba di pertengahan laut. Ikan lumba-lumba ini selalu terlihat pergi berkelompok, bahkan mereka melompat-lompat di indahnya air yang bergelombang di pertengahan laut. Bicara tentang lumba-lumba yang terdapat di laut Sabang tentu ada sejarahnya. Menurut warga setempat ikan lumba-lumba sering muncul ketika ada masalah dengan air laut dan dengan kapal. Ketika kapal tidak siap berlayar ikan ini menghadang kapak seakan memberi koda bahwa jika kapal menyebrang akan terjadi bahaya. Dan warga juga mengatakan jika ada nelayan yang boatnya terbalik, ikan lumba-lumba ini mendorong boat atau awak boat ke darat. Ikan lumba-lumba sangat membantu manusia.Mereka tidak pernah diburu dan di bunuh oleh masyarakat sekitar, karena ikan ini tidak terganggu dan bahkan msayarakat disini mengharamkan makan ikan lumba-lumba.

Pemandangan pulau Weh sangat indah ketika kapal ingin masuk teluk pelabuhan balohan. Anda bisa melihat capture di atas ketika saya berada didalam kapal. Photo tersebut saya ambil ketika kapal dan daratan sabang berjarak lebih kurang 1 kilometer. Perjalanan dari Pelabuhan Ule Lheu ke Balohan hanya dua koma lima jam jika anda menggunakan kapal lambat, tetapi jika anda menggunakan kapal cepat hanya membutuhkan 1 jam perjalanan. Jika anda tertarik untuk mengunjungi pulau sabang, anda hanya akan membayar tiket kapal 27 ribu rupiah. Sangat murah dan merakyat.

9 votes, average: 4.89 out of 59 votes, average: 4.89 out of 59 votes, average: 4.89 out of 59 votes, average: 4.89 out of 59 votes, average: 4.89 out of 5 (9 votes, average: 4.89 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(1191 total tokens earned)
Loading...

Responses