Source – pixabay.com

Pernahkah terlintas di pikiran kita kenapa di dunia ini terdapat berbagai macam warna, ada hitam, putih, merah, ungu dan lainnya. Atau, kita pernah bertanya kenapa Tuhan menciptakan berbagai macam warna?

Tentu supaya kita bisa memilih, tentu supaya kita juga bisa memberi warna kepada dunia itu sendiri dengan berbagai macam pilihan yang disukai oleh masing-masing orang. Dunia tanpa di hiasi warna sungguh akan terlihat polos dan membosankan. Begitu pula kehidupan.

Tuhan menciptakan berbagai corak ragam manusia yang terdiri dari berbagai macam ras, di situ terjadi perbedaan sama halnya dengan warna. Ya, antara orang Asia dengan Eropa berbeda, antara orang Eropa dengan Afrika juga terlihat berbeda. Belum lagi perbedaan yang lebih spesifik antara suku yang satu dengan yang lainya.

Perbedaan kita juga tidak cuma sebatas warna kulit, bola mata dan rambut. Kita berbeda kultur dan agama, namun status kita itu tetap sama, yaitu “manusia”. Sama hal dengan warna jika pun dia harus putih, juga tetap warna bila dia harus jadi hitam dan lain sebagainya.

Lalu, timbul satu pertanyaan yang sama seperti kepada warna, kenapa manusia harus berbeda-beda? Kenapa kita tidak menjadi orang Arab saja, atau mungkin menjadi orang Korea atau mungkin menjadi orang Afrika. Kenyataannya hari ini kita menjadi orang Indonesia.

Dalam hal ini perbedaan itu sebuah anugerah Tuhan yang dengan perbedaan tersebut kita di anjurkan untuk saling mengenal satu sama lain. Dengan cara apa? Dengan cara menikah, berteman, bekerja sama, maka dengan itu semua tanpa kita sadari kita telah menjadi warna yang mengisi dan memberi perbedaan. Dalam mayoritas putih akan timbul satu-dua warna hitam, jadilah sebuah pandangan yang tidak lagi terlihat polos, menjadi lebih bervariasi.

Apalagi, diantara sesama manusia itu bisa saling melengkapi, saling menguatkat dan mengindahkan seumpama warna yang satu dengan lainnya dalam satu ikatan persaudaraan. Sesuai dengan kata nasihat dari Ali bin Abi Thalib:

“Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Akan tetapi yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman namun menyia-nyiakannya.” Ali bin Abi Thalib

Source – pixabay.com

Sama halnya dengan warna, dikala seseorang dihadapkan dengan berbagai macam pilihan warna. Namun dengan angkuh dan sombongnya dia hanya memilih satu warna favoritnya saja. Padahal, memilih warna lain untuk menghiasinya tentu tidaklah salah dia lakukan, justru akan membuat pilihannya lebih indah dan bervariasi.

Begitu pula manusia, jangan cuma kita prioritaskan sesama kita saja, karena kita telah berada dalam satu negara yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan agama. Bukankah, mereka juga berstatus sama dengan kita, sama-sama manusia.

Postingan ini juga bisa anda temukan di blog Steemit saya dengan akun @ayuramona(affanhusaini).

8 votes, average: 5.00 out of 58 votes, average: 5.00 out of 58 votes, average: 5.00 out of 58 votes, average: 5.00 out of 58 votes, average: 5.00 out of 5 (8 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(1135 total tokens earned)
Loading...

Responses