Salam sahabat trybe semua, kali ini saya mempersembahkan sebuah puisi yang mampu menguras air mata. Puisi tentang kehilangan seorang ibu yang menjadi wanita paling berharga di sini. Tak ada manusia yang mampu menahan mata air yang berisi orang-orang yang sangat kita cinta. Puisi ini spesial untuk Anda yang sudah pernah merasakan sakitnya kehilangan ibu. Selamat menikmati…!

 

Dalam hidup kaulah arti. Dari semua sudut hayal selain mimpi. Kau asalku dari yang maha asal. Kau adalah alasan dari kebebasan ini aku bertahan…

Ku duduk berdiam diri. Mengenang wanita renta yang ku kasihi…

Tempat aku bercerita tentang hari-hari. Tentang pahitnya Hidup dan indahnya mimpi…

Seorang wanita yang tak pernah melupakan. Yang tak peduli dipelipisnya berjuta peluh. Yang bekerja keras kenal waktu…

Hanya demi seorang anak yang kusebut “aku”

Kami ingin mengeluarkan membantai lawan. Untuk menentang dalam pertempuran. Aku pergi memburu takdir. Mewujudkan citamu yang pernah terukir…

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang…

Merebut kemenangan di bentangan tinggi awan. Aku akan pergi untuk kembali. Membawamu nyatanya mimpi…

Aku ingin melihat, merangkak, dan mendengar. Meskipun ada bahaya, ada rasa takut yang menerpa…

Aku akan tersenyum dan menghapus air mata. Agar aku tak membuatmu kecewa…

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku. Memahat tempatku, menjahit benderaku… 

Ingatlah, saat aku melayari sungai itu. Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku…

Aku ingat mencampur tubuhmu teruntai lemas. Mulutmu membisu. Matamu tidak lagi mampu melihatku…

Nafasmu pun terhenti serentak dengan detak jantungmu yang kian bengkak…

Ibu…

Rasanya masih seperti mimpi. Meski aku tahu kamu sudah pergi. Jauh ke alam yang belum pernah aku datangi…

Aku sadar kini kau telah pergi karena sakit yang Tuhan uji…

Ibu…

Bisikmu kini tak pernah lagi ku Dengar. Jeritan sakit itupun kini kau acuhkan…

Kamu dibatu karena beban yang kau derita…

Ibu bangunlah…

Rintihku merayu padamu. Jangan lagi terus dalam harga ini…

Bangunlah ibu…

Bangun dan peluk aku seperti waktu itu…

Aku masih belum bisa menciptakan senyum bahagia di bibir manismu…

Ibu…?

Yang paling tidurmu sangat pulas hingga tak mendengarkan suaraku…

Saya akan mengatakan Anda akan sembuh dan akan menemani saya…

Meminta tulang rusukku dan akan menggendong cucumu dariku…

Tapi mengapa kini diam seperti tak menghiraukanku…

Bangunlah ibu…

Bak terasa mata angin mengalir di pipi dan baju kusutku saat ku ulangi kata itu…

Andai kau tau…

Tubuhku sudah mulai melemas tapi kau tetap saja tak hiraukanku…

Kini aku tau…

Kau pergi bersama malaikat yang menjemputmu…

Kau pergi dengan semua beban yang pikul di bahumu…

Tanpamu, kini dimana letak surgaku?

Katakanlah pada tuhan, ganti hidupku untuk taruhan. Seluruh hidupku akan kuberi. Andai  ibu kembali… 

Ibu…

Pintalah pada Tuhan. Agar anggotaikuadiran…

Ibu….

pulanglah dengan tenang. Semua cinta sayangmu akan aku kenang…

hingga nanti Tuhan akan mempertemukan kita lagi. Tenanglah di alam yang kau diami kini…

ibu….

Aku rindu

Sangat-sangat rindu!

Terimakasih sahabat trybe yang sudah berkunjung ke blog saya. Semoga puisi ini menjadi motivasi bagi Anda yang pernah kehilangan ibu, semoga Anda menjadi lebih hebat, lebih kuat. Buktikan pada dunia bahwa Anda bisa!

Salam, @m-dua!

7 votes, average: 5.00 out of 57 votes, average: 5.00 out of 57 votes, average: 5.00 out of 57 votes, average: 5.00 out of 57 votes, average: 5.00 out of 5 (7 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(1231 total tokens earned)
Loading...

Responses