Pulau Weh merupakan pulau kecik yang terletak di ujung pulau Sumatra, pulau ini sangat terkenal dengan tempat wisatanya, diantara semua tempat wisata di pulau weh yang paling banyak di kunjungi adalah Tegu Nol kilometer Indonesia. Tegu ini merupakan tegu hitungan pertama daratan indonesia yang berakhir di marauke papua. Banyak kisah yang terdapat di pulau Weh, Pulau yang kecil yang dikelilingi laut terbesar yaitu samudra hindia memiliki sejumlah mata air tawar yang keluar dari celah karang.

Mata air yang akan saya ceritakan pada malam ini yaitu, mata air yang keluar di bukit Cot Mancang Ujung Karang sabang, mata air ini terletak di belakang hotel Mata Ie, hanya berjarak 70 meter dari bibir pantai.

Menurut informasi dari masyarakat sekitar ujung karang, mata air ini tidak pernah kering walau lagi tidak musim hujan, air yang selalu mengalir ini keluar dari batang kayu yang besar-besar. Di daerah pulau Weh banyak batang kayu besar yang masih hidup tegak ke atas, di daerah ini jika ada orang yang menebang kayu besar akan dikenakan hukuman yang berat oleh pemerintahan setempat. Bila kayu besar ditumbangkan masyarakat disini khawatir akan terjadi longsor dan hilang mata air yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat. Daerah daratan sabang bisa dikatakan 90% berbukit dan pegunungan, hanya sedikit saja daratan yang datar, pulau kecil yang diapit oleh samudra hindia ini masyarakatnya banyak yang berkebun menanamkan tanaman cengkeh. Ada sebagian penduduk yang mencari ikan dilaut dengan menggunakan boat tradiaional. Dikawasan ini nelayan tidak bisa menangkap ikan menggunakan jaring pukat seperti di lautan dangkal lainnya. Lautan disini mempunyai kedalaman yang tidak teratur, terkadang ada karang yang mencula bahkan ada yang seperti sumur di dasar laut pulau Weh.

Mata air yang terdapat di ujung karang sangatlah jernih seperti air zam-zam di saudi arabia. Air ini rasanya tawar walau hanaya berjarak dekat dari pantai. Banyak masyarakat sekitar yang heran dengan mata air ini, sumbernya keluar dari celah karang dan tidak pernah habis walau dalam musim kemarau. Ini merupakan kuasa yang Maha Pencipta seluruh isi jagat Raya.

21 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 521 votes, average: 5.00 out of 5 (21 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(3146 total tokens earned)
Loading...

Responses