Sources

Saya terheran-heran dengan Aceh yang belum melesat jauh di era teknologi Blockchain ini. Padahal kita semua tahu bahwa sumber daya manusia Aceh lebih dari cukup untuk menatap kemajuan dengan memanfaatkan Blockchain.

Dari grup-grup Airdrop di Whatsapp bisa diperhatikan hampir tiap hari ada saja penemuan Airdrop baru oleh anak muda Aceh. Rasanya mereka seperti sudah kenal betul dengan Blockchain itu. Steemit yang masuk ke Indonesia melalui anak muda Aceh adalah salah satu bukti bahwa SDM Aceh sangat peka kemajuan.

Tetapi apa pasal sampai hari ini tak ada gebrakan baru yang dilakukan Aceh dengan teknologi Blockchain? Apa pemerintah Aceh belum mendengar bahwa anak-anak muda Aceh sudah sangat jauh menjamah teknologi masa depan itu? Atau jangan-jangan pemerintah kita tak tahu menahu dengan Blockchain?

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Tapi mari tinggalkan pemerintah kita yang memang kayak orang impoten itu. Mari membayangkan Aceh maju karena anak-anak mudanya bersatu dan bersinergi membangun Aceh dengan memanfaatkan teknologi Blockchain.

Sources

Apa gak keren kalau angka pengangguran di Aceh diturunkan oleh anak-anak muda dan tak ada campur tangan pemerintah? Apa gak luar biasa jika rumah-rumah reot di seantero Aceh hilang sama sekali karena dibangun oleh nak-anak mudanya yang mendapatkan banyak uang dengan memanfaatkan teknologi Blockchain?

Lha, itu mah mimpi. Mimpi? Mimpi ndasmu? Teknologi Blockchain adalah gerbang masa depan. Ia bisa menjadi pondasi untuk memajukan sebuah negara jika dimanfaatkan dengan benar. Negara-negara maju macam Jepang, Perancis menyadari hal ini. Itulah sebabnya mereka sudah sangat terbuka dengan kehadiran Blockchain.

Mungkin Blockchain masih asing di beberapa negara. Masih dianggap sumber perusak di negara yang lain. Tapi di Aceh lain cerita. Di tanah ini sudah ada anak-anak muda yang membangun sebuah sekolah dengan uangnya bersumber dari platform berbasis Blockchain. Di sini anak-anak muda sudah bermain-main dengan Blockchain saban hari.

Artinya apa? Artinya anak-anak muda Aceh sudah melesat jauh ke masa depan. Mereka sudah menginjakkan kaki di masa depan. Lantas kenapa Aceh belum pulih dari kemiskinan? Kenapa masih bergantung dengan pemerintah padahal kita tahu pemerintah kita zalimnya ya masya Allah?

Surces

Kenapa anak-anak muda Aceh belum mampu mensejahterakan tanah kelahirannya dengan pengetahuan Blockchain yang mereka punya? Jawabanya adalah karena mereka, anak-anak muda itu belum kompak. Belum mengetahui betul tentang kehebatan Blockchain. Mindset tentang Blockchain masih sebatas sebagai mesin uang untuk beli rokok dan paket internet.

Seandainya anak-anak muda Aceh yang paham teknologi Blockchain itu bersatu, percayalah, Aceh akan maju tanpa ikut campur tangan pemerintah. Seandainya mindset anak-anak muda Aceh tentang teknologi Blockchain berubah menjadi lebih visioner, yakinlah, mereka bisa membuat Aceh kembali maju dan jaya.

Tapi apakah itu akan terjadi? Jawabnya ada di pundak anak-anak muda Aceh yang sampai hari ini sudah sangat dekat dengan Blockchain. Kita tunggu saja tanggal mainnya. Barangkali, Allah memang berkehendak bahwa Aceh akan maju karena kecerdasan anak-anak mudanya yang sangat melek teknologi. Bukan karena pemerintahnya. Oleh sebab itu, bersatulah wahai pemuda Aceh!

5 votes, average: 5.00 out of 55 votes, average: 5.00 out of 55 votes, average: 5.00 out of 55 votes, average: 5.00 out of 55 votes, average: 5.00 out of 5 (5 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
(994 total tokens earned)
Loading...

Responses

  1. Rauzal Juanda

    Artikel yang bagus bro @samymubarraq
    saya sependapat dengan anda, pemuda aceh sudah begitu familiar dengan teknologi Blockchain, tetapi gak dengan pemerintahnya.

    mudah2an ada gebrakan dari pemudah aceh yang bisa mencegangkan pemerintah agar melirik pemuda aceh dengan kelihaiannya di dunia blockchain, sehingga terciptanya sinergi antara pemuda dan pemerintah. Demi kehidupan yang lebih baik dan kemajuan bangsa ini. 🙂

    (0)